18 Maret, 2008

Seks Pagi Hari Bikin Anda Lebih Sehat

LONDON - Aktivitas seksual memang dapat dilakukan kapan dan di mana
saja, meski kebanyakan orang mungkin lebih suka melakukannya di malam
hari menjelang istirahat. Namun tak ada salahnya Anda mulai
membiasakan ngeseks di pagi hari, karena aktivitas yang membakar
kalori ini akan membuat tubuh Anda lebih sehat.

Menurut penelitian para ahli di Universitas Queen di Belfast, ngeseks
pada pagi hari akan membuat seluruh otot dalam tubuh Anda bekerja.
Selain itu, jantung dan paru-paru Anda pun terlatih seperti halnya
melakukan gerakan aerobik. Dalam selang satu jam, aktivitas seksual
diyakini dapat membakar sekitar 300 kalori yang tersimpan pada tubuh.

¨Aktivitas yang teratur setidaknya tiga kali dalam seminggu akan
membantu Anda menekan risiko serangan jantung dan stroke. Seks yang
teratur juga memperbaiki sirkulasi darah dan menjaga tekanan darah,¨
ungkap hasil penelitian yang dimuat The Sun.

Sementara itu menurut riset yang dipublikasi jurnal New Scientist,
manfaat lain dari seks yang teratur, minimal dua kali seminggu, akan
menimbulkan efek penyembuhan dengan cara meningkatkan kadar IgA atau
antibodi yang merupakan pertahanan primer tubuh.

Namun begitu, peneliti juga berpesan seks sebaiknya tidak dilakukan
secara berlebihan. Jika dilakukan lebih dari tiga kali dalam sepekan,
seks dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Lepaskan hormon
Sesaat sebelum mencapai orgasme, kadar hormon oksitosin yang
mendatangkan efek nikmat akan meningkat. Dalam tubuh pun kemudian
akan mengalir hormon endorfin yang merupakan penanda kepuasan seks
yang secara alami juga dapat berfungsi sebagai pereda rasa sakit,
termasuk untuk mengatasi sejumlah masalah mulai dari artritis hingga
migren.

Dengan seks, seseorang juga dapat mengatasi problem stres karena tubuh
akan terpicu untuk memproduksi hormon kortisol. Aktivitasnya yang
bersifat membakar kalori pun dapat menjaga bobot tubuh sekaligus
menekan risiko diabetes.

Orgasme juga akan memacu pelepasan hormon estrogen yang dapat
mengatasi para wanita dari rasa sakit akibat premenstrual syndrome
(PMS). Para ahli di Yale School of Medicine percaya, hal ini pun
mampu mencegah endometrosis atau suatu keadaan di mana jaringan yang
hanya ada dalam rahim, dapat ditemukan di bagian lain dalam tubuh.
Keadaan ini menimbulkan rasa nyeri, terutama pada saat haid dan dapat
menyebabkan infertilitas (mandul).

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah aktivitas seks juga bisa
mendorong produksi testosteron. Hormon ini berkaitan dengan tulang
dan otot yang kuat sehingga menghindarkan seseorang dari keropos
tulang.
AC

Sumber: kompas.com (Minggu, 16 Maret 2008 | 22:52 WIB)

Tidak ada komentar: